Kamis, 23 April 2026 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Konsultansi Peningkatan Produktivitas bagi pelaku usaha di wilayahnya. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang ini bertujuan untuk memperkuat fundamental operasional perusahaan agar lebih efektif dan efisien di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja menekankan bahwa peningkatan produktivitas bukan sekadar bekerja lebih keras, melainkan bekerja lebih cerdas melalui sistem yang terukur. Pada tahap awal ini, sebanyak 10 perusahaan terpilih menjadi peserta intensif yang akan mendapatkan pendampingan khusus.
"Kami berharap 10 perusahaan ini dapat menjadi role model atau pendorong bagi perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Lumajang. Jika sepuluh pionir ini berhasil mengimplementasikan budaya produktivitas dengan baik, maka dampak ekonominya akan dirasakan oleh masyarakat luas melalui ekosistem kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Pak Kadis.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan dibekali dengan metode analisis produktivitas, identifikasi pemborosan (waste), hingga teknik perbaikan berkelanjutan. Program ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup melalui penguatan sektor industri dan UMKM.
Apa itu Bimbingan Konsultansi Produktivitas?
Bimbingan Konsultansi (Bimkon) Produktivitas adalah sebuah program pendampingan teknis yang diberikan oleh instruktur atau konsultan produktivitas kepada perusahaan (biasanya UMKM atau perusahaan menengah) untuk membantu mereka mengenali hambatan dalam proses kerja.
Berikut adalah poin-poin utama yang dipelajari dalam Bimkon Produktivitas:
Identifikasi Masalah: Menemukan titik-titik di mana terjadi pemborosan (waktu, bahan baku, atau tenaga kerja).
Penerapan Alat Produktivitas: Menggunakan metode seperti 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Kaizen, atau Lean Management untuk memperbaiki alur kerja.
Pengukuran: Belajar cara menghitung rasio output terhadap input agar efektivitas perusahaan dapat dipantau secara data.
Perubahan Budaya Kerja: Menggeser pola pikir karyawan dan manajemen agar selalu mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikan pekerjaan setiap harinya.
Intinya, bimbingan ini bertujuan agar perusahaan bisa menghasilkan produk/jasa berkualitas lebih tinggi dengan biaya dan sumber daya yang lebih efisien.